Showing posts with label Manajemen Proyek. Show all posts
MANAJEMEN PENUTUPAN PADA MANAJEMEN PROYEK
Assalamualaikum
Hi sobat blogger
Kali
ini saya akan melanjutkan materi artikel mengenai manajemen penutupan. Nah manajemen
penutupan ini merupakan bagian akhir pada step manajemen proyek. jadi mari kita
simak apa itu manajemen penutupan pada manajemen proyek. lets go!!!.
·
Pengertian
manajemen penutupan
Yang dimaksud dengan
manajemen penutupan pada manajemen proyek ialah akhir dari kegiatan pada suatu
proyek. pada intinya tahapan penutupan ini merupakan suatu laporan yang berisi
tentang hasil apa saja yang diperoleh dari suatu rangkaian aktivitas proyek.
pada tahap ini harus diyakinkan bahwa semua semua deliverable proyek telah
dipenuhi. Semua pekerjaan yang belum terselesaikan (outstanding task) harus
segera dicatat dan kemudian diselesaikan. Setelah semua pekerjaan pada suatu
proyek telah dinyatakan selesai dalam bentuk dokumen laporan resmi, maka
langkah terakhir adalah pembubaran dari tim proyek pada manajemen proyek
tersebut.
·
Siklus
Hidup Proyek
Setelah kita mengetahui
apa itu manajemen penutupan, mari kita ketahui juga siklus hidup proyek. berikut
adalah siklus hidup proyek.
1.
Inisiasi
(initiation), yang termasuk kedalam inisiasi adalah
mendefinisikan korelasi bisnis dengan proyek tersebut. Terdapat persetujuan
dari komite eksekutif. Dan juga penunjukan sponsor manajer.
2.
Perencanaan
(plaining), berisi mengenai suatu dokumen inisiasi
proyek, rencana komunikasi, persetujuan komite eksekutif.
3.
Eksekusi
(executing), termasuk pada penunjukkan tim untuk tim
proyek, mengelola pekerjaan aktifitas, membuat suatu laporan mengenai status
proyek yang sedang berjalan.
4.
Pengendalian
(controlling), yang termasuk kedalam bagian
pengendalian adalah manajemen resiko, membuat laporan penyimpangan atau suatu
yang tidak sesuai pada suatu proyek, dan melakukan komunikasi kepada client.
5.
Penutupan
(closing), yaitu persetujuan atau penerimaan hasil
dari stakeholder dan laporan penutupan proyek.
·
Proses
Penutupan Pada Manajemen Proyek
Berikut tahapan-tahapan atau proses untuk suatu
penutupan manajemen proyek. yaitu :
a. Terdapat
beberapa aktivitas dimana terdiri atas mengarsipkan file proyek,
mendokumentasikan hal-hal yang menjadi pelajaran lesson leardned dan menerima
persetujuan hasil pekerjaan proyek secara formal kepada client
b. Manajer
disuatu proyek melakukan serah terima hasil pekerjaan kepada client berupa
laporan pelaksaaan pekerjaan proyek, laporan penyelesaian pekerjaan suatu
proyek, berita acara penyelesaian pekerjaan proyek, berita acara serah terima
pekerjaan kepada client
c. Pembubaran
tim proyek
·
Apa
Fungsi Dari Manajemen Penutupan?
Mengapa manajemen
penutupan ada pada manajemen proyek? karena disuatu manajemen proyek harus
terdapat arsip dari suatu proyek yang dibuat. Manajemen penutupan proyek ini
juga bisa dijadikan sebagai bukti dimana suatu proyek telah dikerjakan sesuai
dengan apa yang diinginkan client, dan pada bagian ini manajemen proyek
melakukan suatu acara resmi dimana proyek yang telah dibuat ini akan diserah
terimakan dari pekerja kepada client.
Jadi itu tadi yang
dimaksud dengan manajemen penutupan pada manajemen suatu proyek. semoga
bermanfaat ya sobat blogger. Tunggu artikel selanjutnya yaa, see you J
APAKAH KALIAN TAHU APA ITU MANAJEMEN PENGADAAN ?
APAKAH
KALIAN TAHU APA ITU MANAJEMEN PENGADAAN ?
Assalamualaikum
Hi sobat blogger!!
Kembali
lagi diblog saya, saya akan membahas mengenai apa itu manajemen pengadaan. Manajemen
pengadaan ini juga perlu ketika kita ingin melakukan suatu manajemen proyek.
makadari itu kita harus tau apa itu manajemen pengadaan tersebut. Skuyy simak
bareng-bareng, selamat membaca…
·
Pengertian
Manajemen Pengadaan
Manajemen pengadaan
adalah suatu proses yang menjamin tersedianya barang maupun jasa dari luar yang
dibutuhkan oleh suatu proyek. manajemen pengadaan ini diperlukan juga pada
proses perencanaan, pelaksanaan dan proses penyerahan proyek. yang termasuk
kedalam manajemen pengadaan adalah pembelian dan outsourcing. Nah itulah
sebabnya mengapa manajemen pengadaan juga perlu dalam suatu manajemen proyek.
·
Motifasi
Melakukan Outsource
dalam melakukan suatu outsource ini, ada istilah
mengenai motifasi untuk melakukan outsource. Yaitu :
1. Untuk
mengurangi biaya tetap dan biaya rutin
2. Agar
organisasi focus terhadap bisnis intinya
3. Untuk
mengakses suatu keahlian dan teknologi
4. Agar
fleksibilitas
5. Untuk
meningkatkan akuntabilitas
·
Aktivitas
Dari Manajemen Pengadaan
setelah kita mengetahui
pengertian dari manajemen pengadaan, mari kita simak apa saja aktivitas dari
manajemen pengadaan tersebut. Berikut penjelasannya :
a. Perencanaan pengadaan, yaitu
menetapkan apa saja yang perlu disediakan, dan kapan harus dilakukan. Memilih pemasokan
dan menetapkan kontrak kesepakatan kerja.
b. Perencanaan permintaan
(Solicitation planning), yaitu mendokumentasi permintaan
produk dan mengidentifikasi sumber-sumber potensial, mendokumentasikan
pengadaan dalam bentuk Request for Proposal (RFP) dan mengembangkan kriteria
evaluasi.
c. Permintaan (Solititation), yaitu
proses melakukan permintaan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam
pelaksanaan proyek.
d. Seleksi sumber, yaitu
memilih supplier-suplier potensial, mengevaluasi prospek supplier dan negosiasi
kontrak.
e. Penyelesaian kontrak, yaitu
melakukan verifikasi produk dan audit kontrak
·
Alat
dan Teknik Analisis
a. Make-or-buy
analysis: Teknik ini digunakan untuk
menetapkan apakah organisasi
membuat atau menyediakan bagian produk/jasa sendiri atau mebeli dari pihak
lain.
b. Sering
memasukkan analisis keuangan, sebagai pertimbangan.
c. Tenaga ahli baik internal maupun eksternal
dapat menyediakan input bernilai dalam keputusan pengadaan.
·
Statemen
Of Work (SOW)
SOW adalah deskripsi
dari pekerjaan yang diinginkan untuk pengadaan. Sebuah SOW adalah salah satu
tipe dari statemen ruang lingkup. Sebuah SOW yang baik akan memberikan pemahaman
yang lebih baik bagi pembeli.
·
Statemen
Of Work (SOW) Tamplate
1. Scope
of Work: Menggambarkan pekerjaan menjadi lebih detail. Menjelaskan hardware dan
software yang digunakan dan menjadikan pekerjaan lebih operasional.
2. Location
of Work: Menggambarkan kemana pekerjaan harus dicapai. Menjelaskan lokasi
hardware dan software, dan dimana orang-orang harus bekerja.
3. Period
of Performance: Menjelaskan kapan pekerjaan dimulai dan selesai, jam kerja,
jumlah jam yang dapat gunakan per minggunya, kemana pekerjaan harus dicapai,
dan dikaitkan dengan informasi jadwal.
4. Deliverables
Schedule: Daftar hasil pekerjaan yang harus diserahkan, menggambarkannya lebih
detail, dan kapan harus diserahkan.
5. Applicable
Standards: Menjelaskan standar khusus pada beberapa perusahaan atau industri
yang relevan untuk mencapai pekerjaan.
6. Acceptance
Criteria: Menggambarkan bagaimana menetapkan kriteria pekerjaan yang dapat
diterima.
7. Special
Requirements: Menjelaskan permintaan khusus seperti sertifikasi hardware atau
software, syarat minimal lulusan atau pengalaman personel, permintaan
pengangkutan dan sebagainya.
Baiklah hanya itu yang
dapat saya bahas mengenai manajemen pengadaan. Apabila ada salah kata atau
kurangnya informasi mohon dimaklumi ya sobatt, karna saya juga dalam tahap
belajar. See you J
MENGENAL MANAJEMEN RESIKO PADA MANAJEMEN PROYEK
Assalamualaikum
Hi
sobat blogger!!!
Kali ini saya akan menjelaskan
mengenai apa seperti apa manajemen resiko itu?.. manajemen resiko sama
pentingnya didalam suatu pembuatan suatu manajmen proyek. Jadi, mari kita
ketahui secara dalam apa itu manajemen resiko.
·
Manajemen
Resiko
Sebelum
mengenal apa itu manajemen resiko kita harus tau terlebih dahulu apa yang
dimaksud dengan resiko. Resiko adalah kemungkinan yang akan terjadi dalam suatu
hal “kerugian” yang pasti berdampak negative. Resiko proyek memiliki
ketidakpastian yang berdampak positif maupun negative. Jadi, manajemen resiko
adalah memahami masalah-masalah yang mungkin akan terjadi pada proyek dan
bagaimana masalah-masalah tersebut akan menghalangi atau menghambat
keberhasilan pada suatu proyek.
·
Tujuan
Manajemen Resiko
Tujuan
dari manajemen resiko proyek yaitu meminimalisir potensi resiko negative dan
memaksimalkan potensi resiko negative dan memaksimalkan potensi resiko positif.
Apa itu resiko negative pada manajemen resiko? Yakni memahami potensi masalah
yang mungkin terjadi, dalam proyek dan bagaimana resiko menghambat keberhasilan
proyek, misalnya asuransi dan investasi. Sedangkan resiko positifnya yaitu
biasanya berbentuk dalam suatu peluang.
·
Keuntungan
Manajemen Resiko
Walapun
demikian, manajemen resiko ini mempunyai beberapa keuntungan. Sebagai berikut :
1. Dapat
mengantisipasi atau menghindari dari masalah
2. Mencegah
peristiwa-peristiwa yang “mengejutkan”
3. Meningkatkan
kemampuan bernegosiasi
4. Dapat
memperoleh komitmen pelanggan
5. Dapat
mereduksi pelanggaran menepati jadwal
6. Dapat
mereduksi biaya yang melebihi anggaran yang tersedia
·
Tahapan-tahapan
Manajemen Resiko
Berikut
ini adalah tahapan-tahapan dari manajemen resiko pada manajemen suatu proyek :
a. Perencanaan
manajemen resiko
Proses
menentukan pendekatan dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan dalam
manajemen resiko
b. Identifikasi
resiko
Proses
mengidentifikasi resiko yang mempengaruhi proyek beserta karakteristiknya,
sehingga diperoleh daftar resiko
c. Analisis
kualitatif
Memprioritaskan
resiko berdasarkan probabilitas dan pengaruh terjadinya resiko
d. Analisis
kuantitatif
Estimasi
secara numeric pengaruh dari setiap resiko terhadap tujuan proyek
e. Perencanaan
respon terhadap resiko
Merencanakan
langkah-langkah yang harus diambil dalam rangka meningkatkan kesempatan dan
mereduksi ancaman untuk tercapainya tujuan proyek
f. Pengawasan
dan pengendalian resiko
Mengawasi
dan mengidentifikasi resiko yang belum teridentifikasi sebelumnya, resiko baru,
sambil menjalankan rencana respon terhadap resiko, serta mengevaluasi
keefektifan strategi resiko yang diambil selama proyek berlangsung
·
Rencana
Manajemen Resiko
Berikut
ini beberapa rencana dari manajemen resiko :
a. Metodologi
b. Peran
dan tanggung jawab
c. Dana
dan biaya
d. Kategori
resiko
e. Kemungkinan
dan pengaruh resiko
f. Dokumentasi
resiko
g. Menjelaskan
format dan proses yang akan dilakukan dalam suatu aktifitas manajemen resiko
Okey
sobat blogger, cukup itu saja yang bisa saya jelaskan mengenai manajemen resiko
pada suatu manajemen proyek. sangat penting bukan? Tentu saja, karena dengan
itu kita dapat mengetahui resiko apa saja yang akan terjadi dalam penalaran
atau analisah kita. Semoga bermanfaat ya teman teman semua. See you J



